Ada Doa Petani Jamur di Setiap Gigitannya

OLEH Adit Ferdian ·

DISUNTING OLEH Baskoro Aris Sansoko

Kreasi kuliner yang kupilih ini terikat kuat pada masa lampau penulis saat mengenyam pendidikan di kampus perjuangan. Kreasi kuliner tersebut adalah Sego Njamoer; salah satu kuliner penyelamat anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa Surabaya, yang sangat ikonik.

Jenis lapar kali ini tidak bisa diselesaikan oleh restoran mewah dengan fasilitas AC; pun penjaja makanan kaki lima khas Suroboyo-an. Kebutuhan lapar yang ini menuntut kesederhanaan; kehangatan yang bisa digenggam sekepal tangan dengan rasa pedas yang sanggup memberikan hantaman tanpa basa-basi. Jawaban dari rasa lapar itu ada di sebungkus Sego Njamoer Jumbo Spicy. Makanan yang bagi saya masuk kategori ngemil nasi dengan porsi yang pas; enggak kurang dan enggak lebih. Lewat menu itu, kita bisa ngemil nasi yang berkombinasi dengan jamur untuk asupan protein nabati dan karbohidrat.

Saat bungkus kemasan dibuka, uap panas langsung mengepul dan membawa aroma gurih yang khas. Bukan aroma daging yang berat, tetapi aroma jamur tiram yang diolah dengan bumbu rahasia sehingga sedikit manis dan dominan gurih sekaligus mengundang lidah bergejolak. Saya memesan varian Jumbo bukan karena rakus, tetapi porsi ini cocok untuk kapasitas ngemil saya guna merasakan dorongan energi yang lebih lama. Suapan pertama langsung mengonfirmasi ingatan saya zaman menjadi mahasiswa. Nasinya pulen dan masih hangat. Ia berpadu dengan tekstur yang kenyal namun lembut dari jamur tiram. Jamur tiram ini penipu ulung. Di lidah ia terasa berserat seperti suwiran ayam, tetapi dengan pengalaman yang lebih ringan.

Lalu datanglah rasa pedas yang unik itu. Ia tidak menyengat dan membuat bibir dower, tetapi hangat menjalar di tenggorokan dan menetap nyaman di perut. Jujur, pedasnya tidak berusaha menutupi rasa asli jamurnya, justru menambah rasa gurihnya jadi lebih berani. Setiap suapan adalah kombinasi nasi hangat dengan kehangatan merica dan cabai yang bikin melek, tetapi anehnya menenangkan.

Sebagai pelengkap, terdapat beberapa pilihan saus tambahan rasa seperti blackpepper, BBQ, bangkok, mayonnaise, tomat, dan sambal. Pilihan pertama saus yang membuat keseluruhan pengalaman lebih menggelora adalah blackpepper yang menggandakan tingkat kepedasan di lidah. Pilihan berikutnya yang favorit bagiku adalah saus bangkok yang pas ketika mencari pedas sekaligus manis saat menyantapnya.

image

Sebagai variasi cemilan, Sego Njamoer juga menghadirkan Pentol Njamoer yang menyenangkan sebagai pendamping. Berbeda dengan pentol daging yang kadang memiliki serat yang sulit dikunyah, pentol jamur ini menyerah dengan pasrah di dalam mulut. Teksturnya membal dan kenyal, tetapi mudah dikunyah. Selain itu, aku menyukai rasa asli pentolnya yang tidak amis. Dicocol dengan saus sambal yang sedikit cair dan pedas-manis, pentol ini melengkapi pengalaman makan Sego Njamoer menjadi paripurna. Rasanya seperti nostalgia jajanan masa kuliah, tetapi dengan kualitas yang membuat orang dewasa pun merasa dimengerti.