Ternyata ‘Kapal Selam’ Bisa Disantap!
Kalau biasanya comfort food itu makanan berkuah yang hangat, buatku bentuk comfort food sedikit berbeda. Ketimbang menyeruput kuah kaldu yang menenangkan, terkadang aku memilih memberi lidahku kejutan dengan menyeruput kuah cuko. Apabila kamu familier dengan cuko, pasti kamu tahu kalau comfort food versiku adalah pempek!
Aku besar di Bontang, kota kecil yang tidak memiliki identitas budaya yang kental. Kota Bontang ramai akan perantau dari berbagai daerah. Hal ini membuatnya memiliki keragaman makanan dari berbagai daerah, salah satunya pempek. Makanan khas Kota Palembang ini sering kutemukan di Bontang, bahkan salah satu tempatnya tidak jauh dari rumah masa kecilku. Alhasil, sedari kecil aku sering menyantap pempek; kapan saja aku mau.
Walaupun aku belum mengulik sejarah pempek, tetapi aku tahu benar bagaimana sensasi indrawi ketika ia menyelimuti lidahku dan memberikanku euforia. Terlebih, pempek yang berbahan dasar ikan tenggiri dan tepung tapioka ini memiliki banyak variasi. Jenis pempek yang bisa dibedakan dari bentuk maupun isiannya menghadirkan pengalaman berbeda-beda. Mulai dari adaan, lenjer, kulit, kapal selam, tahu, pistel, lenggang, dan masih banyak lagi!
Dari beragam variasi itu, pempek kapal selam tak pernah gagal menjadi favoritku. Semisal ada kejuaraan yang melombakan variasi pempek, kapal selam akan selalu naik podium menjadi juara satu; lalu diikuti dengan pempek kulit dan adaan yang bisa bergantian sebagai juara kedua dan ketiga.
Selain punya nama bombastis, pempek kapal selam memiliki rasa yang membuat lidahku berdansa. Komposisinya penuh dengan protein. Tak hanya dari ikan tenggiri, tetapi juga telur ayam atau telur bebek yang bersemayam anteng di dalam.
Ukuran pempek kapal selam pun jauh lebih besar dari variasi pempek lainnya. Begitu menggoda dari pandangan pertama. Pempek kapal selam umum disajikan dengan dipotong secara melintang, memamerkan telur yang terebus sempurna di tengah-tengahnya. Sepiring pempek kapal selam disajikan dengan mie kuning dan timun yang dipotong dadu.
Ada yang suka menyantapnya sambil menyeruput cuko berwarna cokelat pekat. Ada juga yang lebih suka menuangkan langsung cuko di mangkuk seperti menikmati bakso berkuah. Cara apapun yang kamu pilih, aku jamin cita rasa yang pempek kapal selam miliki akan mengguncang indra perasamu.
Pada gigitan pertama, gigi akan dibuat bekerja dengan tekstur yang kenyal dengan tetap mudah dikunyah. Lalu, lidah akan merasakan gurih ikan tenggiri yang dibumbui dengan bawang putih. Kemudian disusul gurih dan lembut telur rebus serupa krim yang menjadi kejutan di bagian tengahnya. Kelezatannya tidak berhenti sampai di sini. Tunggu hingga seluruh rasa gurihnya diseimbangkan dengan guyuran cuko pempek yang manis dan asam.
Keseluruhan pengalamannya terasa seperti pesta yang meriah dalam mulutmu!
Ketika semuanya dimasak dengan sempurna, citarasa ikannya begitu nikmat tanpa khawatir rasa amis, bawang putihnya terasa gurih tanpa meninggalkan rasa menyengat ataupun langu, cuko pempeknya bisa nyaman di lidah dan menyempurnakan berbagai elemen di hidangan spesial ini.
Satu porsinya cukup mengenyangkan. Namun, agar lebih mantap, aku biasanya menambahkan satu jenis pempek lain agar piringku tampak semakin meriah.
Kelezatan makanan khas Palembang ini selalu berhasil membuatku tersenyum. Bukan cuma karena cita rasa yang cocok di lidah pecinta makanan gurih, begitu pun kenangan-kenangan hangat yang tersimpan di dalamnya.
Kalau lidahmu belum pernah berkenalan dengan pempek, tulisan ini bisa menjadi pertanda untuk segera menambah petualangan kulinermu. Kamu bisa temukan banyak restoran yang menyajikan secara otentik di Surabaya. Nama-namanya mudah dicari berbekal mengetik di Google ataupun media sosial favoritmu.
Ulasan yang aku tulis di atas berdasarkan gerai pempek yang paling sering mampir, yaitu Pempek Ny. Kamto. Walaupun demikian, aku juga sering mampir ke Pempek Farina dan Pempek Tjek Entis. Di Surabaya, masih banyak lagi restoran Pempek yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.
Bagikan pendapat dan pengalamanmu juga apabila kamu punya cerita tentang pempek Palembang!